Sabtu, 12 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Wartawan Aceh Doakan Keselamatan Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau di Selat Sunda

Wartawan Aceh Doakan Keselamatan Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau di Selat Sunda

Jum`at, 11 September 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi
Puluhan jurnalis Aceh dari sejumlah organisasi profesi menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian di perairan Selat Sunda. Doa dilakukan di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026), usai Salat Jumat sekitar pukul 14.30 WIB. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Puluhan jurnalis Aceh dari sejumlah organisasi profesi menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian di perairan Selat Sunda.

Doa bersama berlangsung di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026), usai Salat Jumat sekitar pukul 14.30 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Doa dipimpin Ustaz H. Zul Arafah. Para jurnalis memanjatkan doa agar rekan-rekan mereka yang sedang menjalankan tugas peliputan diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, serta kemudahan dalam proses pencarian.

Ketua PFI Aceh, Muhammad Anshar atau M. Anshar, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk solidaritas sesama jurnalis terhadap rekan-rekan yang masih dalam proses pencarian.

"Kami menggelar doa bersama untuk keselamatan teman-teman kita yang saat ini masih dalam proses pencarian," kata M. Anshar kepada media dialeksis.com. 

Menurutnya, tugas jurnalistik memiliki berbagai risiko, terutama bagi jurnalis yang bekerja langsung di lapangan. Karena itu, keselamatan harus menjadi perhatian dalam setiap kegiatan peliputan.

Ia menyebut pewarta foto maupun jurnalis lainnya kerap berada di lokasi yang memiliki risiko tinggi untuk mendapatkan informasi dan dokumentasi.

"Kita berharap ke depan wartawan, tidak hanya PFI tetapi juga dari organisasi pers lainnya, tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas," ujarnya.

M. Anshar juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarjurnalis ketika melakukan peliputan, khususnya di lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Kita sebaiknya dalam meliput berkoordinasi dengan wartawan lain, terutama untuk keselamatan," katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, turut hadir dalam doa bersama tersebut. Ia berharap proses pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut terus dilakukan hingga ditemukan titik terang. 

Menurutnya, kepastian mengenai kondisi mereka sangat penting bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

"Kita berharap proses pencarian dilanjutkan hingga menemukan titik terakhir dan keluarga mereka mendapatkan kabar. Kita berharap yang terbaik, apa pun yang akan terjadi," ujarnya.

Diketahui, lima jurnalis dilaporkan hilang kontak bersama tiga kru kapal saat melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Perum LKBN ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu atau guide.

Rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu anggota rombongan sempat membagikan koordinat lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi terputus total sekitar pukul 15.04 WIB, saat speedboat berada sekitar 9,98 mil laut dari garis pantai.

Hingga hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan bersama TNI Angkatan Laut masih melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian di sekitar perairan Selat Sunda. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI