Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dari Pesisir Timur yang Terluka, Zilqueensa Melaju ke Istana

Dari Pesisir Timur yang Terluka, Zilqueensa Melaju ke Istana

Minggu, 10 Mei 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Infografis sosok Zilqueensa Abintary. Foto: Kesbangpol Aceh Tamiang


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Di tengah ingatan kolektif tentang banjir bandang yang belum sepenuhnya pulih, secercah kabar baik datang dari Aceh Tamiang. Seorang putri daerah, Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang, berhasil menembus seleksi ketat dan kini melangkah menuju panggung nasional sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara.

Bagi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Tamiang, Agusliayana Devita, S.STP., M.Si menyampaikan kepada Dialeksis (10/05/2026), capaian ini bukan sekadar prestasi personal. Ia menyebutnya sebagai simbol harapan dari daerah yang tengah bangkit.

“Sejak awal kamu mendaftar, kami sudah menangkap ada potensi besar dalam dirimu. Meski di tahap awal terlihat biasa, kami percaya ada sesuatu yang akan tumbuh,” kata Agusliayana, mengenang proses seleksi yang diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Aceh Tamiang.

Ia bercerita, perjalanan Zilqueensa bukan tanpa tantangan. Di fase awal, penampilannya belum menonjol. Namun, perlahan grafik kemampuannya menanjak tajam terutama saat memasuki tes samapta, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga uji kepribadian.

“Di titik itulah semuanya berubah. Kamu menunjukkan determinasi, disiplin, dan karakter yang kuat. Pada puncaknya, kami melihat sosok yang siap bersaing, bukan hanya di tingkat daerah, tapi juga provinsi,” ujarnya.

Keputusan memilih Zilqueensa sebagai wakil Aceh Tamiang ke tingkat provinsi, menurut Agusliayana, lahir dari pertimbangan matang para pembina dan pelatih. Dalam waktu yang relatif singkat hanya sekitar satu pekan tim pelatih berupaya memoles kemampuan lima peserta terbaik.

“Kami bersama para pelatih, termasuk Kak Ali dan Kak Rudi, bekerja cepat. Waktu kami singkat, tapi semangat anak-anak ini luar biasa. Semua arahan, disiplin, hingga kesiapan mental kami dorong agar mereka siap bertanding dengan perwakilan kabupaten/kota se-Aceh,” tuturnya.

Hasilnya kini berbicara. Zilqueensa tak hanya lolos di tingkat provinsi, tetapi juga dipercaya mewakili Aceh untuk melanjutkan seleksi ke tingkat nasional sebuah capaian yang selama ini belum pernah diraih Aceh Tamiang sejak berdiri sebagai daerah otonom.

“Ini bukan sekadar kelolosan. Ini adalah sejarah. Ada anak dari pinggiran ujung pantai timur Aceh, dari daerah yang baru saja diuji bencana, melaju ke Istana. Itu bukan hal kecil,” kata Agusliayana.

Ia menilai, capaian tersebut layak dibaca sebagai momentum kebangkitan. Di tengah duka, prestasi ini menjadi penawar sekaligus pemantik semangat bagi generasi muda Aceh Tamiang.

“Kami berharap ini menjadi pengobat duka. Bahwa dari keterbatasan dan musibah, tetap lahir harapan. Semoga ini memicu semangat anak-anak Aceh Tamiang untuk terus berkarya, berani bermimpi, dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi,” ujarnya.

Agusliayana juga menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Wakil Bupati Ismail atas dukungan dan arahan yang konsisten. Begitu pula kepada tim Kesbangpol, pelatih dari Kodim 0117, Polres Aceh Tamiang, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Aceh Tamiang yang telah bekerja di balik layar.

“Ini kerja bersama. Tidak ada yang berdiri sendiri dalam capaian ini. Semua pihak punya peran,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada panitia seleksi tingkat Provinsi Aceh dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang telah memberi ruang bagi putra-putri daerah untuk berkompetisi secara adil.

Di ujung pernyataannya, Agusliayana menitipkan harapan yang sederhana namun sarat makna: agar langkah Zilqueensa tidak terhenti di gerbang seleksi nasional.

“Kami percaya, dengan doa dan kerja keras, langkah ini bisa sampai ke Istana. Bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI