Beranda / Berita / Diduga Pokja ULP Aceh Singkil Bermain pada Tender Proyek

Diduga Pokja ULP Aceh Singkil Bermain pada Tender Proyek

Jum`at, 16 Juni 2023 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tim Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Kabupaten Aceh Singkil diduga terlibat dalam praktik yang meragukan terkait beberapa paket lelang tender proyek di LPSE Kabupaten Aceh Singkil pada hari Rabu (14/06/2023). 

Penyimpangan tersebut terlihat jelas dari ketidakkonsistenan jadwal lelang, deadline yang terlalu panjang, dan seringnya perubahan jadwal yang ganjil dan tidak konsisten.

Bahkan, panitia lelang melakukan perubahan jadwal pada hari Senin (11/06/2023) yang lalu, dimana jadwal semula pukul 08.00 WIB. Namun, perubahan tersebut langsung melibatkan tahap pembuktian kualifikasi mulai pukul 08.00 hingga jam 16.00 pada hari yang sama.

Praktik yang mencurigakan ini menimbulkan keraguan terhadap integritas Tim Pokja ULP Kabupaten Aceh Singkil dalam melaksanakan lelang tender proyek. Keterlibatan mereka dalam perubahan jadwal yang tidak konsisten serta kejanggalan lainnya harus segera diselidiki untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam proses pengadaan barang dan jasa di daerah tersebut.

"Jadi kapan Pokja ULP Kabupaten Aceh Singkil mengirimkan undangan dan menambah ganjil jadwal yang dibuat kapada pihak rekanan CV atau PT yang mengikuti lelang tender tersebut." kata salah satu rekanan CV dan PT yang mengikuti lelang beberapa paket proyek di LPSE Aceh Singkil.


Dikarenakan tidak ada jeda waktu antara perubahan jadwal, pembuatan undangan dan jadwal pembuktian kualifikasi.


Semestinya, diberikan waktu untuk mempersiapkan dokumen-dokumen yang akan dibawa oleh perusahaan yang diundang, ketika saat pembuktian kualifikasi. 

Dilansir Dari Halaman LPSE Kebupaten Aceh Singkil. "Inilah nama - nama perusahaan pemenang lelang yang diumumkan di Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2023.


Pertama, Peningkatan jalan pemancar dusun pendidikan dengan pagu anggaran lelang, Rp.969.894.800 dan diikuti oleh 7 perusahaan penawar dilelang tersebut.


Justru perusahaan yang menang adalah penawar terakhir, Yakni, CV. Ridhapo Jaya dengan harga tawar Rp. 950.269.682.


Sementara, Untuk paket peningkatan jalan Singkil - Teluk Rumbia dengan pagu anggaran Rp.10, 9 milyar, diikuti oleh 12 perusahaan penawar. Namun yang dimenangkan CV. Rizki Konstruksi dengan harga tawar Rp. 10.810.878.501. Padahal posisi peringkat ke-10.


Selanjutnya, Untuk paket peningkatan jalan ujung bawang - pemuka lama dengan pagu Rp.11,1 Milyar. Diikuti oleh 27 perusahaan penawar, namun dimenangkan oleh CV. Kuala Gabi dengan harga tawar Rp. 9.929.354.744. Padahal posisi peringkat 11.

Hal Itu diungkapkan oleh Mustafa Warga Kecamatan Gunung Meriah, Rabu (14/06/2023). Sebab ia menemukan adanya dugaan kejangalan dan keanehan diunit layanan pengadaan (ULP) Kabupaten Aceh Singkil. 


Menurut Dia, hal itu berbanding terbalik dengan Statmen Pj. Bupati Aceh Singkil beberapa minggu yang lalu. 


Dilansir Dari Instagram Info Aceh Singkil, Pejabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Marthunis Instruksikan Pengadaan Barang dan Jasa berjalan sehat, adil, Konpetitif dan berkualitas.


Didalam proses pengadaan barang dan jasa yang telah dimulai dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil. Proses seleksi penyedia melalui mekanisme, tender, E-Catalog serta penunjukan langsung.


“Diharapkan dapat memilih rekanan yang akan membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam proses pembangunan Aceh Singkil," kata Pj Bupati Marthunis, dikutip dari zonamerdeka.com.


Namun, Sepertinya peryataan Pj Bupati Aceh Singkil itu tidak digubris dan hanya dianggap usapan jempol belaka oleh Pokja ULP Kabupaten Aceh Singkil.

“Mengapa, Terlihat pokja ULP Kabupaten Aceh Singkil memenangkan pihak rekanan nomor urut jauh, dengan penawaran lelang yang tidak menguntungkan cuan banyak bagi Daerah Kabupaten Aceh Singkil,” kata Mustafa 


Mustafa Menambahkan, Seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Singkil, masih dapat keuntungan banyak, saat menseving anggaran didalam paket tender proyek tersebut," Imbuhnya 


“Kalau melihat dari kaca mata di LPSE Aceh Singkil, sebenarnya ULP Kabupaten Aceh Singkil bisa membuat pemasukan uang tambahan bagi Daerah Kabupaten Aceh Singkil atau dengan kata lain daerah diuntungkan,” katanya.

Mustafa Menjelaskan, sebenarnya konsep lelang itu sederhana, yang termurah adalah nominasi terkuat untuk memenangkan lelang tender, Karena dianggap dia menguntungkan cuan bagi Negara.


Disisi Lain, Ia juga meminta kepada Inspektorat Aceh Singkil, agar dapat  melakukan pengawasan intern dibeberapa lelang tender diatas tersebut, Menurut Mustafa, karena adanya dugaan indikasi permainan mata dan sandiwara didalam proses lelang tersebut.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda