Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Dunia / Diprediksikan Eks Penasihat Ditunjuk Joe Biden Jadi Menlu AS

Diprediksikan Eks Penasihat Ditunjuk Joe Biden Jadi Menlu AS

Senin, 23 November 2020 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Dunia - Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden diperkirakan akan menunjuk mantan penasihat keamanan nasional saat menjadi wakil presiden, Antony Blinken, sebagai menteri luar negeri di kabinetnya.

Hal itu disampaikan sejumlah sumber yang dekat dengan Biden kepada CNN setelah Bloomberg pertama kali melaporkan penunjukan Blinken.

Blinken merupakan diplomat senior yang fasih berbahasa Prancis. Pria 58 tahun itu telah lama menjadi asisten Biden dan juga pernah menjabat sebagai wakil Menlu AS di era Presiden Barack Obama.

Blinken memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan luar negeri AS di masa pemerintahan Obama, termasuk respons Gedung Putih terhadap pencaplokan Crimea oleh Rusia pada 2014 dan pembunuhan Osama Bin Laden pada 2011.

Kepala Staf Gedung Putih yang baru ditunjuk Biden, Ron Klain, mengatakan Biden akan mengumumkan kabinet barunya pada Selasa (24/11). Blinken diperkirakan menjadi salah satu kandidat menteri yang pertama akan diumumkan Biden.

Jika benar, Blinken harus melalui proses verifikasi Senat sebelum resmi menjadi diplomat tertinggi AS. Memperbaiki relasi AS dengan sejumlah negara sekutu utama disebut menjadi tugas prioritas Blinken jika resmi menjabat sebagai Menlu.

Sebab, relasi AS dengan beberapa negara sekutu dinilai merenggang akibat pendekatan konfrontatif pemerintahan Trump.

Sebelum ikut pemerintahan Obama, Blinken merupakan staf direktur Partai Demokrat dalam Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang dipimpin Biden.

Selama pemerintahan Presiden Bill Clinton, Blinken pernah menjadi staf Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih dan menjadi asisten khusus presiden.

"Tony adalah wakil menlu AS yang hebat. Dia brilian, baik, dan akan menjadi pemimpin yang bagus dan efektif untuk salah satu tugas paling monumental dalam diplomasi, membersihkan politik luar negeri (AS) setelah presiden dan menlu terburuk yang pernah kita punya," kata mantan diplomat karier AS, James Melville [cnnindonesia].

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda