Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / Satu Orang WNI Dan Anaknya Tewas Dalam Kebakaran Di Malaysia

Satu Orang WNI Dan Anaknya Tewas Dalam Kebakaran Di Malaysia

Rabu, 19 Juni 2019 23:59 WIB

Font: Ukuran: - +

ilustrasi 


DIALEKSIS.COM | Kuala Lumpur - Seorang wanita WNI dan satu putranya yang masih remaja tewas dalam kebakaran di Malaysia. Keduanya tewas dalam kebakaran hebat yang menghanguskan empat rumah di wilayah Kampung Sungai Udang, Selangor. 

Seperti dilaporkan kantor berita Malaysia, Bernama dan dilansir The Star, Rabu (19/6/2019), WNI yang tewas diidentifikasi bernama Sulastri (48), sedangkan putranya disebut bernama Wahyu Mohd Asraf (18). 

Keduanya dipastikan tewas dalam kebakaran di Kampung Sungai Udang yang terjadi pada Rabu (19/6) waktu setempat. Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Selangor, Norazam Khamis, menyebut jenazah keduanya ditemukan di dalam kamar mandi salah satu rumah yang terbakar. 

Jenazah kedua korban tewas, kata Norazam, telah dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah. 

Api yang membakar empat rumah itu dilaporkan muncul sejak Rabu (19/6) pagi sekitar pukul 06.30 waktu setempat dan kini telah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam. 

Sekitar 10 orang lainnya yang tinggal di empat rumah tersebut, berhasil menyelamatkan diri. 

Hasil penyelidikan awal, menurut Norazam, menunjukkan bahwa korsleting telah memicu kebakaran di dalam ruang keluarga yang ada di salah satu rumah. 

Lebih lanjut, Norazam menyatakan bahwa Sulastri dan Wahyu berupaya menyelamatkan diri lewat pintu belakang, namun pintu itu dikunci dari luar dan terblokir oleh sejumlah sepeda motor yang diparkir di dalam rumah.

Norazam menuturkan bahwa petugas pemadam kebakaran bergegas mendatangi lokasi dengan membawa tiga mobil pemadam. Dalam waktu 5 menit, para petugas berhasil mengendalikan api dan akhirnya berhasil memadamkannya sekitar 30 menit kemudian. Petugas juga berhasil mencegah api kebakaran merembet ke rumah-rumah lainnya. 

Kakak perempuan Sulastri, Saminem Streo (60), menuturkan bahwa dirinya terakhir kali melihat saudarinya itu pada Selasa (18/6) malam. Dia tahu soal kebakaran maut ini dari seorang kenalannya. 

"Dia akan mampir ke rumah saya di Sungai Bertih, Klang, setelah bekerja di sebuah kantin di sini. Putranya seorang montir di sebuah bengkel dekat sini," tuturnya.



Editor :
Im Dalisah

Komentar Anda