Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / BPS Aceh Akan Data Toko Online Pada Sensus Ekonomi 2026

BPS Aceh Akan Data Toko Online Pada Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 10 Februari 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Kepala BPS Aceh, Agus Andria. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh. Sensus ini dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026, dengan hasil pendataan akan dipublikasikan secara nasional pada tahun 2027.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan SE2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling komprehensif yang dilakukan negara setiap 10 tahun sekali, untuk memotret kondisi riil perekonomian nasional hingga ke tingkat wilayah terkecil.

“SE2026 mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar. Bahkan usaha berbasis digital seperti toko online dan konten kreator juga akan didata,” kata Agus Andria saat membuka workshop statistik pertanian di Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).

Agus menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dibagi dalam dua tahapan utama. Tahap pertama berlangsung pada 1-31 Mei 2026, yang difokuskan pada pendataan awal dan pengisian kuesioner secara mandiri (online), khususnya bagi perusahaan dan usaha skala besar.

“Pada periode Mei, perusahaan besar akan menerima email resmi dari BPS untuk mengisi kuesioner secara mandiri.

Karena umumnya mereka memiliki website, email, dan sistem administrasi digital yang sudah mapan,” ujarnya.

Sementara itu, tahap kedua akan dilaksanakan pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026, melalui pendataan lapangan secara langsung (door to door) oleh petugas sensus BPS.

“Bagi pelaku usaha yang belum menerima email atau belum mengisi kuesioner secara mandiri, pendataan akan dilakukan langsung oleh petugas SE2026,” jelas Agus.

Dalam mendukung kelancaran sensus, BPS Aceh akan menerjunkan ratusan mitra statistik yang telah terlatih untuk melakukan pendataan ke seluruh lapisan masyarakat.

Langkah ini dinilai penting mengingat terjadinya perubahan pola usaha, dari yang sebelumnya berbasis toko fisik menjadi perdagangan digital dan aktivitas ekonomi berbasis platform online.

“Sekarang banyak usaha yang tidak lagi terlihat secara fisik. Ternyata ada yang membuka toko online, menjadi konten kreator, atau menjalankan usaha digital lain yang justru menjadi penggerak ekonomi baru,” kata Agus.

Menurutnya, sensus ekonomi kali ini menjadi sangat strategis karena akan mendata aktivitas ekonomi hingga ke tingkat rukun tetangga (RT), sehingga masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

“Karena sensus ini hanya dilakukan 10 tahun sekali, maka hasilnya akan menjadi dasar perencanaan ekonomi dalam jangka panjang,” tegasnya.

Agus menekankan, SE2026 tidak hanya bertujuan menghitung jumlah usaha, tetapi juga memetakan postur dan struktur ekonomi secara menyeluruh, termasuk sektor perdagangan, pertanian, industri, jasa, hingga ekonomi digital.

“Dengan sensus ini, kita bisa melihat bentuk ekonomi kita sebenarnya. Misalnya, usaha yang terlihat kecil tapi ternyata memiliki omzet besar dari penjualan online, atau aktivitas ekonomi yang justru meningkat pada jam-jam tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, data SE2026 juga akan membantu pemerintah memahami karakteristik wilayah, pola usaha masyarakat, serta potensi ekonomi baru yang selama ini belum tercatat secara optimal.

“Termasuk juga untuk melihat peluang investasi, hambatan usaha, serta perkembangan ekonomi digital dan ekonomi hijau ke depan,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus Andria mengingatkan pentingnya pemahaman waktu dan periode data ekonomi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, terutama saat data digunakan sebagai rujukan kebijakan atau pemberitaan.

“Setiap data memiliki periode. Misalnya data kemiskinan per September, itu kondisi sebelum bencana. Maka konteks waktu ini harus dijelaskan dengan jelas agar masyarakat tidak salah menafsirkan,” ujarnya.

Menurut Agus, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan fiskal, perencanaan pembangunan, serta evaluasi ekonomi nasional dan daerah.

Agus Andria menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang akan terlibat dan mendukung pelaksanaan SE2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat yang berpartisipasi. Kejujuran dan keterbukaan masyarakat sangat menentukan kualitas data ekonomi kita,” tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI