DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memulai tahun 2026 dengan memimpin rapat perdana bersama jajaran Kementerian Perindustrian untuk membahas program restarting industri kecil yang terdampak bencana alam di Sumatera dan Aceh.
Program ini disiapkan sebagai respons cepat pemerintah untuk memulihkan aktivitas manufaktur pascabencana yang terjadi pada akhir 2025.
Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), basis industri di wilayah terdampak cukup besar. Di Sumatera Utara tercatat 3.520 industri kecil, 115 industri menengah, dan 490 industri besar. Sementara di Sumatera Barat terdapat 3.464 industri kecil, 17 industri menengah, dan 78 industri besar, serta di Aceh tercatat 1.954 industri kecil, 7 industri menengah, dan 46 industri besar.
“Dari laporan yang kami himpun hingga 30 Desember 2025, dampak paling besar terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, disusul Sumatera Barat sebanyak 367 industri dan Sumatera Utara sebanyak 52 industri,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (2/1/2025). Selain IKM, dampak juga dirasakan pada sektor industri agro, ILMATE, serta industri kimia, farmasi, dan tekstil.
Menperin menjelaskan, tekanan terhadap sektor industri tidak hanya berasal dari kerusakan fisik fasilitas produksi, tetapi terutama akibat gangguan sistemik pada rantai pasok dan logistik. Terputusnya akses jalan dan jembatan, terganggunya distribusi BBM, serta pasokan listrik dan air yang tidak stabil membuat sejumlah industri pengolahan harus menghentikan sementara produksi atau beroperasi jauh di bawah kapasitas normal.
Dengan pendekatan kebijakan berbasis pangsa nilai tambah, banjir di Sumatera dan Aceh diperkirakan menahan nilai tambah manufaktur nasional pada kisaran Rp11-15 triliun. Nilai tersebut bersifat sementara, namun memberikan tekanan jangka pendek pada subsektor yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi regional, seperti agroindustri, makanan dan minuman, kimia dasar, serta industri berbasis komoditas.
Agus menegaskan, dampak tersebut menunjukkan peran strategis Sumatera sebagai simpul logistik dan pemasok input antara bagi kawasan industri nasional, termasuk di Pulau Jawa.
Untuk itu, Kemenperin menyiapkan pemulihan industri kecil secara bertahap, dimulai dari pendataan dan pemetaan kebutuhan pada 2025, hingga penyaluran bantuan mesin dan peralatan, pendampingan teknis, serta fasilitasi kemitraan pasar pada 2026 guna mempercepat pemulihan produksi dan memperkuat ketahanan industri ke depan. [in]