Jum`at, 05 Juni 2026
Beranda / Ekonomi / Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Olahraga, Libatkan Buyer hingga Ritel

Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Olahraga, Libatkan Buyer hingga Ritel

Jum`at, 05 Juni 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi produk olahraga. [Foto: ukmindonesia.id]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perluasan pasar bagi industri olahraga nasional melalui penguatan konektivitas antara pelaku usaha dengan sektor ritel, organisasi olahraga, dan calon pembeli potensial. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk olahraga dalam negeri sekaligus memperbesar peluang ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri pakaian olahraga, sepatu olahraga, dan alat olahraga memiliki prospek yang sangat besar seiring meningkatnya tren gaya hidup sehat di masyarakat. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik maupun global.

"Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global," kata Agus, Jumat (5/6/2026).

Sebagai upaya mempertemukan pelaku industri dengan pasar, Kemenperin menggelar kegiatan Business Matching Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem: B2B Market Activation di Jakarta. Kegiatan itu mempertemukan industri pakaian dan sepatu olahraga, produsen alat olahraga, pelaku ritel, organisasi olahraga, hingga berbagai mitra usaha potensial.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat penggunaan produk dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri olahraga nasional.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pendukung ekosistem olahraga agar mampu berkembang, memperluas pasar, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional," ujar Reni.

Kemenperin mencatat kinerja industri olahraga nasional terus menunjukkan tren positif. Data Pusat Data dan Informasi Kemenperin memperlihatkan komoditas pakaian jadi dari tekstil dan sepatu olahraga masuk dalam 20 komoditas manufaktur dengan nilai ekspor terbesar pada Februari 2026. Nilai ekspor pakaian jadi mencapai USD 626,32 juta, sedangkan ekspor sepatu olahraga sebesar USD 340,81 juta.

Selain itu, industri alat olahraga juga mencatat perkembangan yang cukup kuat. Pada 2025, nilai ekspor sektor tersebut meningkat 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Produk alat olahraga buatan Indonesia kini telah menembus sejumlah pasar internasional, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris.

Reni menegaskan kehadiran buyer nasional maupun global dalam kegiatan business matching diharapkan mampu menciptakan kerja sama jangka panjang bagi pelaku industri olahraga dalam negeri. 

"Kehadiran buyer nasional maupun global diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan sehingga industri pendukung ekosistem olahraga tidak hanya memperoleh transaksi jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri dan ritel secara lebih luas dan berkesinambungan," pungkasnya. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI