Beranda / Liputan Khusus / Keunggulan Program Gepeuaman Hingga Meningkatnya Hasil Panen

Keunggulan Program Gepeuaman Hingga Meningkatnya Hasil Panen

Rabu, 14 September 2022 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora
Lahan sawah di Keumala, Pidie yang berumur 2,5 bulan  tinggal menunggu musim panen. [Foto: Dialeksis/Nora]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Safrizal SP MPA, menjelaskan, Gerakan Peningkatan Produktivitas Lahan Sawah Pra Tanam (Gepeuaman) dengan cara mengolah sawah menggunakan bahan organik seperti jerami, selain menaikkan tingkat kesuburan lahan, juga bisa menghemat biaya produksi sebesar 30-40 persen dan meningkatkan produksi padi.

Melalui gerakan ini, Safrizal berharap petani mau mengubah perilakunya untuk membiasakan diri memanfaatkan sumber daya bahan organik lokal seperti jerami diolah menjadi pupuk organik. Tujuannya, untuk memperbaiki sifat-sifat fisik kimia dan biologi tanah, agar lahan menjadi lebih subur dan gembur.

Kondisi ini, lanjutnya, akan mendorong anakan tanaman padi yang baru ditanam cepat tumbuh dengan subur dan berkembang. Selain itu, menurut safrizal, saat padi bunting jumlah bulirnya menjadi banyak dan padat. Kondisi ini akan membuat produktivitas tanaman padi menjadi tinggi dan berkualitas.

Dampak positif lain dari Gepeuaman adalah, secara perlahan-lahan petani padi tidak lagi tergantung dengan pupuk kimia--seperti pupuk urea, NPK, TSP, ZA, dan SP 36--setiap musim tanam. Tanaman padi yang menggunakan pupuk berbahan organik, akan menghasilkan beras yang sangat lezat, higienis, dan bergizi tinggi.

Dalam perjalanannya implementasi program Gepeuaman, Distanbun Aceh ikut menyalurkan berbagai bantuan penunjang untuk peningkatan produktivitas lahan sawah, seperti yang diterima oleh petani di Keumala, Kabupaten Pidie berupa benih padi dan pupuk cair organik.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Keumala, Nazariah mengatakan terdapat beberapa perbedaan dari program Gepeuaman dibanding dengan program lainnya. Salah satunya, dari segi bentuk penyaluran bantuan, biasanya petani hanya menerima benih saja tetapi dengan Gepeuaman ini terdapat juga bantuan berupa pupuk cair dan pengolah lahan.

Sebelum di Kecamatan Keumala, program Gepeuaman sudah berhasil diterapkan di Kecamatan Mutiara Timur. Menurut Nazariah, Geupeuaman sangat bagus untuk peningkatan produksi lahan sawah karena ada penggunaan pupuk hayati dan pupuk untuk mengembalikan kesuburan lahan sawah.

Respons Petani di Keumala

Selama penerapan program Gepeuaman ini, Petani semakin bersemangat dalam membudidaya tanaman padi mereka, karena dari segi kebutuhan dan keperluan menanam padi sudah banyak dibantu oleh pemerintah.

Lebih lanjut, petani berharap kedepan bantuan yang disalurkan dapat meningkat dan terus diberikan untuk membantu para petani. Di samping itu, petani juga mengharapkan segera terwujudkan akses jalan pertanian yang lebih memadai, agar saat mengangkut hasil panen lebih efisien dari segi waktu dan lebih efektif dari segi biaya.

"Karena yang selama ini kami lakukan, hasil panen harus kami pikul dari sawah ke jalan raya, tidak ada jalan yang bisa melintasi langsung ke area sawahnya," ungkap salah satu petani Keumala, Idris.

Idris, salah satu petani di Gampong Kumbang, Keumala, Pidie saat diwawancarai Dialeksis.com [Foto: Dialeksis/AU)

Lanjutnya, untuk infrastruktur lainnya di area persawahan di sana sudah cukup memadai. Seperti air irigasi sudah sangat lancar dan melimpah, tidak ada lagi kendala yang berkaitan dengan kebutuhan air sawah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
distanbun 12
Komentar Anda