Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Antisipasi KLB Campak, Kemenkes Dahulukan Vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan

Antisipasi KLB Campak, Kemenkes Dahulukan Vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan

Jum`at, 10 April 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa nakes memiliki risiko tinggi terpapar campak, terutama di wilayah dengan kejadian luar biasa (KLB). [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan memprioritaskan pemberian vaksin campak kepada tenaga kesehatan (nakes) setelah terbitnya perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) untuk kelompok usia dewasa. Kebijakan ini diambil sebagai langkah perlindungan bagi tenaga medis yang berada di garis depan pelayanan.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menyampaikan bahwa nakes memiliki risiko tinggi terpapar campak, terutama di wilayah dengan kejadian luar biasa (KLB).

“Dengan adanya KLB ini, potensi penularan kepada kelompok berisiko tinggi, termasuk nakes yang berinteraksi langsung dengan pasien, tentu meningkat,” ujar Rizka yang dilansir pada Jumat (10/4/2026).

Program vaksinasi ini menargetkan sekitar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi. Selain itu, vaksin juga akan diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani masa internship di seluruh Indonesia. Secara total, kebutuhan vaksin untuk kelompok dewasa prioritas ini diperkirakan mencapai 290 ribu dosis.

Kemenkes memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, stok nasional vaksin MR tercatat mencapai 9,8 juta dosis, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar lima setengah bulan ke depan.

Rizka menambahkan, distribusi dan ketersediaan vaksin terus dipantau melalui sistem digital logistik kesehatan, sehingga kondisi stok di setiap daerah dapat dipantau secara real-time hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk tidak menunda imunisasi dasar anak. Vaksinasi dianjurkan tetap diberikan sesuai jadwal, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta booster saat usia sekolah dasar, guna mencegah risiko wabah di kemudian hari. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI