DIALEKSIS.COM | Yogyakarta - Palm Oil Career Expo (POCE) 2026 resmi dibuka pada Kamis (4/6/2026) di Ballroom Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, POCE kembali menjadi wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan, pencari kerja, dan pelaku industri kelapa sawit dalam satu ekosistem kolaboratif untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hai Sawit Indonesia ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Main Sponsor dan PT Agrina Sawit Perdana (ASP) sebagai Gold Sponsor. POCE 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari job fair, walk-in interview, talkshow karier, career coaching, hingga donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Dukungan BPDP dalam penyelenggaraan POCE 2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Melalui berbagai program strategis seperti Program Pengembangan SDM Perkebunan, Beasiswa Sawit, Grant Riset, serta peningkatan kapasitas pekebun, BPDP terus berupaya menciptakan SDM yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri sawit yang semakin dinamis.
Kehadiran BPDP sebagai Main Sponsor juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Melalui POCE 2026, BPDP mendorong semakin banyak generasi muda memperoleh akses informasi karier, peluang pengembangan kompetensi, serta kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi, dan dunia industri, di antaranya Dra. Epiphana Kristiyani, M.M., selaku Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman; Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si.,selaku Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta; Dr. Sri Gunawan, S.P., M.P., IPU, selaku Ketua Asosiasi Lembaga Pendidikan Perkebunan Indonesia (ALPENBUN); Ir. Muhamad Mustangin, S.T., M.Eng., selaku Direktur Politeknik LPP Yogyakarta; Nurhadi Irbath, S.T., M.M., selaku Direktur PT Engineering Career Center (ECC); serta Fariha Wilisiani, S.Si., M.Biotech., Ph.D., selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama INSTIPER Yogyakarta.
Selain itu, kegiatan POCE 2026 juga dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Riau, Politeknik Negeri Cilacap, Universitas Hasanuddin Makassar, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi, dan dunia industri. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]
Kehadiran berbagai institusi pendidikan tinggi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan dunia akademik terhadap upaya pengembangan sumber daya manusia dan penguatan konektivitas antara perguruan tinggi dengan industri kelapa sawit nasional.
Sambutan Direktur Hai Sawit Indonesia, M Danang MRQ menyampaikan industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis nasional yang tidak hanya berkontribusi terhadap devisa negara, tetapi juga menyediakan jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan informasi antara kebutuhan industri dan para pencari kerja, khususnya generasi muda.
“POCE hadir sebagai jembatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Melalui kegiatan ini, peserta dapat memperoleh informasi karier secara langsung dari perusahaan, membangun jejaring profesional, sekaligus memahami peluang pengembangan karier di sektor sawit yang semakin terbuka luas,” ujarnya.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Dra. Epiphana Kristiyani, M.M., dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan POCE 2026 yang dinilai mampu mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan serta meningkatkan keterhubungan antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Sementara itu, Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi,M.Si., menyampaikan bahwa Palm Oil Career Expo (POCE) 2026 merupakan wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa dan lulusan untuk memahami kebutuhan dunia kerja, membangun jejaring profesional, serta mempersiapkan diri menjadi talenta yang unggul dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa “UPN "Veteran" Yogyakarta sebagai kampus Bela Negara berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.
"Melalui kolaborasi yang terjalin antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam POCE 2026, diharapkan dapat tercipta sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional,” pungkasnya.
Salah satu momen penting dalam seremoni pembukaan POCE 2026 yakni, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Hai Sawit Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pengembangan SDM perkebunan melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, magang industri, riset terapan, serta peningkatan akses karier bagi mahasiswa dan lulusan.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Hai Sawit Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi pendidikan tinggi. [Foto: dokumen untuk dialeksis.com]
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kelapa sawit yang terus berkembang, sehingga menghasilkan talenta-talenta unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.
POCE 2026 diikuti oleh berbagai perusahaan perkebunan, lembaga pendidikan, asosiasi, dan mitra industri yang membuka kesempatan karier bagi para peserta. Selain mendapatkan akses terhadap lowongan pekerjaan, peserta juga memperoleh kesempatan mengikuti sesi pengembangan diri, konsultasi karier, dan wawancara langsung dengan perusahaan peserta.
Melalui penyelenggaraan tahun ketiga ini, Hai Sawit Indonesia berharap POCE dapat terus menjadi platform kolaboratif yang mempertemukan talenta muda Indonesia dengan kebutuhan industri kelapa sawit, sekaligus mendorong terciptanya penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan berkualitas.
“POCE bukan sekadar job fair, tetapi sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun masa depan SDM perkebunan Indonesia yang lebih kompeten, profesional, dan berdaya saing global,” tutup Direktur PT Hai Sawit Indonesia. [adv]