Selasa, 21 Juli 2026
Beranda / Berita / Nasional / Komdigi Temukan Modus Penyalahgunaan Registrasi SIM Biometrik, Pelanggan Bisa Dirugikan

Komdigi Temukan Modus Penyalahgunaan Registrasi SIM Biometrik, Pelanggan Bisa Dirugikan

Senin, 20 Juli 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah memberikan keterangan kepada awak media usai pengecekan implementasi registrasi pelanggan menggunakan data Biometrik Face Recognition di Jogjatronik Mall, Yogjakarta. [Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Yogyakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital menemukan praktik penyalahgunaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik di tingkat penjual.

Meski seluruh operator telah menerapkan registrasi menggunakan pengenalan wajah, masih ada oknum yang mengaktifkan kartu SIM menggunakan biometrik miliknya sebelum dijual kepada pelanggan.

“Masih ada yang mau coba-coba gitu ya. Kartu diaktivasi dengan wajahnya, dibawa oleh customer, setelah customer pakai, kemudian di-unregister, jadi customer-nya merugi,” jelas Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah dalam pengecekan implementasi registrasi pelanggan menggunakan data biometrik face recognition di pusat perbelanjaan kawasan Yogyakarta pada pekan lalu.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan karena pemilik telah menggunakan data orang lain sehingga nomor handphone (HP) tidak tercatat atas nama pemilik sebenarnya.

“Ini praktik-praktik di lapangan yang harus diperhatikan, kita sekarang eranya kejujuran, apa yang kita pakai itu harus atas nama kita,” tegas Dirjen Edwin.

Dirjen Edwin menggarisbawahi bahwa implementasi registrasi pelanggan menggunakan data biometrik memerlukan kerja sama oleh semua pihak agar dapat berjalan secara transparan dan benar.

Pengecekan di lapangan menunjukkan sudah banyak pihak yang taat terhadap aturan registrasi biometrik.

Dirjen Edwin berharap agar para pihak yang belum patuh dapat segera menyesuaikan diri dengan aturan tersebut.

“Sudah lebih banyak yang comply daripada yang tidak, tapi yang tidak ini semoga semakin lama semakin menghilang dan kita bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” pungkas Dirjen Edwin. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI