DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi.
Langkah tersebut dilakukan menyusul tingginya konsumsi energi masyarakat yang membuat realisasi penyaluran sejumlah energi bersubsidi diproyeksikan berpotensi melampaui kuota yang telah ditetapkan pada tahun anggaran 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan pengawasan bersama diperlukan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi benar-benar tepat sasaran.
Selain itu, pengawasan juga diharapkan dapat menjaga penyaluran energi bersubsidi agar tidak melebihi alokasi kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
"Masyarakat mampu juga diimbau untuk beralih menggunakan produk energi nonsubsidi agar ketersediaan kuota subsidi dapat tetap terjaga bagi masyarakat yang berhak," kata Roberth melalui keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).
Roberth mengatakan Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi penyaluran dan pendistribusian energi subsidi.
Menurutnya, masyarakat menengah ke atas dapat menggunakan produk BBM maupun LPG nonsubsidi yang memiliki keunggulan dari sisi kualitas dan layanan.
"Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dan mengawasi serta memastikan penyaluran dan pendistribusian energi subsidi yang tepat sasaran. BBM dan LPG nonsubsidi memiliki keunggulan kualitas dan layanan agar dapat digunakan masyarakat menengah ke atas sehingga tidak mengurangi subsidi energi," ujar Roberth.
Imbauan tersebut muncul setelah tren konsumsi energi masyarakat terus menunjukkan angka tinggi hingga pertengahan 2026.
Berdasarkan prognosa PT Pertamina (Persero), realisasi penyaluran sejumlah energi bersubsidi diperkirakan akan melampaui kuota yang telah ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.
Data tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Pertamina melaporkan realisasi distribusi Biosolar hingga 31 Juli 2026 telah mencapai 11,18 juta kiloliter (KL) dari total kuota 18,36 juta KL.
Dengan tren konsumsi saat ini, penyaluran Biosolar diproyeksikan berpotensi melampaui kuota sebesar 9,4 persen.
Sementara itu, realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai 16,54 juta KL dari kuota 28,69 juta KL dan diproyeksikan berpotensi melampaui kuota sebesar 1,7 persen.
Adapun penyaluran LPG 3 kilogram hingga 31 Juli 2026 telah mencapai 5,05 juta metrik ton dari total kuota yang ditetapkan sebesar 8 juta metrik ton.
Pertamina pun mendorong seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga agar energi bersubsidi dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak, sekaligus memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga hingga akhir tahun 2026. [*]

