Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Sampah Masih Dibuang di Pendopo

Sampah Masih Dibuang di Pendopo

Jum`at, 20 Maret 2020 16:46 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Takengon “ Kesadaran masyarakat di seputaran Kota Takengon dalam membuang sampah masih rendah. Buktinya, walau tidak ada countainer tempat penampungan, pendopo masih dijadikan area penumpukan sampah.

Saban hari petugas mengangkut sampah yang berserakan di sebelah selatan pendopo, tertumpuk di jalan raya, persis di depan Kantor MPU, tidak jauh dari kantor Kaminvet dan PWI Aceh Tengah.

Pemandangan yang tak sedap dan penunjukan budaya yang belum beretika itu juga terlihat di kantor Bupati Aceh Tengah, persisnya di dekat pintu gerbang sebelah selatan. Sampah di sana kerap terlihat.

Pemandangan itu sudah berlangsung lama, namun belum mampu ditertibkan. Pada Jumat pagi (20/03/2020) Reje Merah Mersa, tempat kampung pendopo, mengajak mahasiswa UIN Ar-Raniry  yang sedang KKN melakukan pembersihan sampah di gerbang pintu pendopo bagian selatan ini.

Camat Lut Tawar, Agus Kasim juga terlihat turun tangan diserta babinsa dari Kodim 0106 dan Polmas dari Polsek Lut Tawar. Dialeksis.com yang melintasi ruas jalan ini, ketika bakti sosial pembuangan sampah dilakukan, menyaksikan bagimana tumpukan sampah di sana yang dinaikan ke truk.

“Sedih kita melihatnya, kenapa tega. Masak di pendopo sampah dibuang. Pemandangan ini kerap tiap hari terlihat, asal udah sore ke malam, sampah akan ada di pintu gerbang pendopo sebelah selatan,” sebut Ismail, Reje Kampung Merah Mersa.

“Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi yang diharapkan menjaganya. Mengapa harus ke Pendopo dibuang sampah,” tambah Ismail, ketika Dialeksis.com meminta tanggapanya.

Persoalan sampah di seputaran kota Takengon masih menjadi masalah. Ketika petugas kebersihan lambat mengangkutnya untuk dibuang ke TPA, atau ada kalanya mogok melakukan aktifitasnya, tumpukan sampah terlihat di mana mana.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah baru baru ini menjajaki kerjasama dalam pengelolaan sampah dengan sebuah perusahaan asal Inggris, Ministry of Waste.

CEO sekaligus pendiri Ministry of Waste ketika dilangsungkan pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar kepada pihak perusahaan menyebutkan, Pemda sudah menyediakan lahan untuk pengelolaan sampah ini.

Apalagi perusahaan asal Inggris ini merupakan perusahaan sosial yang telah menciptakan dan melaksanakan sistem pengelolaan limbah di negera-negara berkembang, terlebih difokuskan di Asia Tenggara.(baga)


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda