Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Analisis / Monitoring Review Caleg DPR RI Dapil 2 Aceh : Sosok Nasir Djamil Duduki Tren Pemberitaan

Monitoring Review Caleg DPR RI Dapil 2 Aceh : Sosok Nasir Djamil Duduki Tren Pemberitaan

Kamis, 14 Maret 2019 12:30 WIB

Ilustrasi : Betterpress.com


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Jaringan Survei Inisiatif mengeluarkan rilis  Monitoring Publikasi Pemberitaan di media (monitoring review) terhadap pemberitaan Calon Anggota DPR RI dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2, per 11 maret 2019

Terdapat 10 media baik cetak maupun online yang dipantau, antara lain Serambi Indonesia (53 berita), Dialeksis (29 berita),  AJNN (25 berita),  Aceh Portal (16 berita),  Antara Aceh (16 berita), Detik (15 berita),  RRI News (15 berita),  Atjeh Daily (12 berita),  Modus Aceh     (11 berita) dan  Infopublik.id     (11 berita).

Dari hasil monitoring, tren pemberitaan caleg positif sebesar 40 persen, netral 27 persen, serta negatif sebanyak 33 persen.  

Dari sisi top person atau orang yang paling sering dibicarakan, caleg dapil aceh 2 Nasir Djamil menduduki posisi puncak sebagai dengan 74 berita. Sedangkan Dari sisi Top Influencer atau orang yang paling banyak memberikan statemen di media massa, Nasir Djamil juga berada di urutan pertama setelah tercatat mengeluarkan pernyataan sebanyak 324 statemen.

Adapun rincian top person adalah Nasir Djamil (74 berita),  Ibrahim Hasyim (72 berita), Marzuki Daud (51 berita),  Zulfan Lindan (45 berita), Muslim  (44 berita),  H. Anwar Idris    (44 berita), Muharuddin (43 berita), Tagore Abu Bakar (40 berita) Marzuki Daud (37 berita), Teuku Hasballah (35 berita).

Kemudian rincian top influencer adalah Nasir Djamil (324 statemen), Marzuki Daud (123 statemen), Zulfan Lindan (93 statemen), H. Anwar Idris (88 statemen),  Muharuddin (84 statemen), Tagore Abu Bakar    (84 statemen), Teuku Hasballah (81 statemen),  Muhammad Rusli (76 statemen),  Ibrahim Hasyim (72 statemen) dan  Muslim     (72 statemen).

Metode yang digunakan dalam monitoring review ada tiga macam. Media clipping, media tracking, dan media content analyis.

Media clipping adalah dokumentasi berupa artikel, naskah berita, dan iklan media massa. Bentuknya dapat berupa teks dan video. Media tracking adalah untuk melacak jejak opini publik atas suatu kejadian (events) tertentu atau isu-isu tertentu pada media massa.

Sedangkan Media content analysis, menganalisis isi sebuah teks. Pendekatan metode ini adalah kuantitatif: teks ditafsirkan dalam unit analisis yang bisa dihitung. Analisis ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman struktur makna sebuah teks secara konsisten.

Peneliti Jaringan Survei Inisiatf, Saddam Rassanjani menjelaskan cara Kerja Media Monitoring,

Pertama,  Proses media monitoring dimulai dengan profil pencarian dan pencarian istilah atau kata kunci (s) atau frase kata kunci. Profil pencarian mengandung istilah layanan: media yang akan dipantau, jenis artikel dan / atau penyebutan untuk disampaikan, periode waktu pemantauan, dan metode pengiriman artikel.

Kedua, Istilah pencarian adalah kata-kata kunci atau frasa yang harus muncul di artikel seperti nama organisasi atau afiliasinya atau mereknya. Sebuah artikel mengandung kata kunci biasanya disebut sebagai “klip” atau “kliping,” “Klip berita,” atau “tekan kliping.”

Ketiga, melalui RSS feed atau melalui feed FTP. Pemantauan media adalah proses membaca, menonton, atau mendengarkan konten editorial sumber media, dan kemudian, mengidentifikasi, menyimpan, dan menganalisis konten yang berisi kata kunci atau topik tertentu. (REL)
Editor :
Pondek

universitas teuku umar
Komentar Anda