Beranda / Liputan Khusus / Dialetika / Kampus Ikut Memerangi Covid-19 di Aceh

Kampus Ikut Memerangi Covid-19 di Aceh

Minggu, 29 Maret 2020 00:16 WIB

Font: Ukuran: - +

Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng Rektor Universitas Syiah Kuala


VIRUS Corona atau Covid-19 kini telah menjadi pandemi yang menimpa seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kesadaran masyarakat bahaya corona kian meningkat, sibuk mencari masker, pencuci tangan (hand sanitizer), bilik disinfektan, alat pelindung diri, alkohol, dan sarung tangan.

Masyarakat semakin sadar bahwa Covid 19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat cepat menyebar. Penyakit ini dapat menginfeksi dengan rentang yang amat lebar, dari yang tidak bergejala sampai berat dan meninggal dunia. Karena itulah, masyarakat kini sibuk cari alat kesehatan untuk menghadapi wabah Corona. 

Setelah Pemerintah Aceh mengumumkan 5 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 4 orang diantaranya positif terinfeksi positif corona. 2 orang dari 5 PDP sudah meninggal dunia.

Wabah corona yang semakin membahaya wilayah Aceh mendorong pemerintah mengeluarkan instruksi agar menutup perbatasan dan membatalkan penerbangan, masyarakat diminta agar tidak keluar rumah demi antisipasi wabah covid-19 yang bisa mematikan ini.

Situasi menjadi pukulan telak bagi kita semua, perlu sama-sama menjaga dan mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah agar semua bisa selamat dari wabah virus corona ini.

Sejumlah Universitas di Provinsi Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ikut mengambil peran memerangi wabah Covid-19 yang mewabah di Serambi Mekkah. Upaya yang telah dilakukan oleh kampus itu membuat Teksil, ini alat pelindung khusus untuk dokter atau perawat yang menangani pasien corona.

Teksil ini dibuat oleh tim Fakultas Tehnik Univesitas Syiah Kuala, tim ini dibentuk khusus oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, untuk membuat alat yang bisa melindungi dokter dan perawat saat menangani pasien corona.

“Sudah 200 unit dibuat oleh Tim Fakultas Tehnik, ini dibagikan kepada para dokter seluruh rumah sakit di Aceh. Alat ini untuk pengamanan dari virus,” kata Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Selain itu, tim Unsyiah juga membuat tempat khusus pemeriksaan khusus pasien corona. Tempat ini dibuat khusus sebagai kebutuhan untuk mendukung pengamanan, agar virus tidak menyebar ke mana-mana. Ini menjadi penting dan dibutuhkan untuk menangani pasien Covid-19.

“Insyaallah hari Senin (30/3/2020) ini sudah siap, ini bentuk tanggung jawab kampus untuk melakukan trobosan membatu tenaga medis, membantu pemerintah dan kita semua yang sedang memerangi Covid-19,” kata Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Universitas Syiah Kuala juga memanggil ahli Matamatika dan Statistik untuk membuat model pembatasan atau karantina wilayah, sehingga dengan cara ini diketahui apa saja resiko yang hadapi bila aturan yang telah dibuat tapi tidak dipatuhi.

“Dari model ini nanti muncul resiko-resiko apa yang bakal terjadi bila aturan-aturan tentang bahaya menghadapi Covid-19 tidak dijalankan dengan baik, model ini barang bisa menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat penting menjaga diri Covid-19,” ujar Rektor Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Tidak hanya itu kata Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Universitas juga sudah dua kali menyerahkan rekomendasi kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Rekomendasi yang pertama itu tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19. 

Salah satu rekomendasi itu berbunyi; melakukan pembatasan dan pengawasan akses ke/dari Provinsi Aceh melalui jalur dara, laut dan udara, baik akses domestik maupun internasional.

Poin lain memberlakukan jam malam sementara di seluruh wilayah Aceh untuk mencegah keramaian hingga krisis Covid-19.

Rekomendasi lain yang diserahkan diserah kepada Pemerintah Aceh tentang Penerapan Isolasi Terbatas di Aceh.

“Rekomendasi ini tentu kita buat berdasarkan hasil penelitian dan survey dalam menghadapi Covid-19, tentu kami membuat kajian dan penelitian terlebih dahulu,” ujar Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Selain Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat juga ikut membantu membasmi virus corana di wilayah Aceh Barat. Kampus ini membentuk Satgas Covid-19 membantu pemerintah dan tim medis untuk antispasi virus corona yang sedang mewabah Provinsi Aceh.

“Kita fokus di bidang kesehatan dan membantu tim kesehatan dan sosialisasi agar masyarakat di Aceh Barat tidak mudah terinfeksi Covid-19,” kata Prof. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA, Rektor Universitas Teuku Umar (UTU).

Universitas Malikussaleh Lhokseumawe sejak dari awal muncul isu COvid-19 sudah aktif menyampaikan pesan terkait pencegahan virus yang bisa mematikan itu.

“Sosialisasinya dalam bentuk video dan tulisan, ini rutin disampaikan kepada masyarakat untuk pencegahan dan cara penanganan agar COvid-19 ini tidak menyebar ke mana-mana, kami meniliai perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat,” Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr Herman Fithra.

Wabah virus ini tentu membutuhkan tempat rawat dan pemeriksaan pasien yang terinfeksi Covid-19, kampus itu menyediakan klinik internal kampus untuk digunakan pemeriksaan pasien yang gejala corona.

“Lap Fakultas Tehnik Unimal membuat hand sanitizer buat cuci tangan untuk dibagikan baik untuk internal maupun dibagi kepada masyarakat, mengoptimalkan klinik untuk kebutuhan penanganan Covid-19, kampus uimal ikut memberikan kontribusi untuk sama-sama kita perangi Covid-19 ini agar tidak menyebar lebih luas di Aceh,” pungkas Rektor Dr Herman Fithra.


Ini dua rekomendasi Universitas Syiah Kuala untuk Pemerintah Aceh terkait pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 di Provinsi Aceh




Rekomendasi Universitas Syiah Kuala untuk Pemerintah Aceh terkait pencegahan dan penanganan virus corona atau Covid-19 di Provinsi Aceh



Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda