Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / China Perketat Aturan AI, Indonesia Siapkan Peta Jalan Nasional

China Perketat Aturan AI, Indonesia Siapkan Peta Jalan Nasional

Minggu, 05 April 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pameran MWC Shanghai Juni 2025. Foto: dok: Qilai Shen/Bloomberg


DIALEKSIS.COM | Internasional - Pemerintah China mulai memperketat pengaturan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampaknya bagi manusia.

Melansir Reuters, China tengah menyiapkan rancangan aturan baru yang menekankan aspek keselamatan dan etika, khususnya untuk produk dan layanan AI yang berorientasi pada konsumen.

Regulasi ini menyasar layanan AI dengan karakter menyerupai manusia dan melibatkan interaksi emosional, baik melalui teks, gambar, audio, maupun video.

Dalam rancangan tersebut, perusahaan penyedia AI diwajibkan meningkatkan tanggung jawab, termasuk memberikan peringatan atas penggunaan berlebihan serta memperkuat sistem pengawasan seperti audit algoritma, keamanan data, dan perlindungan informasi pribadi.

Isu kecanduan pengguna juga menjadi perhatian utama. Penyedia layanan diminta mampu mengidentifikasi kondisi emosional pengguna dan melakukan intervensi jika ditemukan tanda ketergantungan.

Selain itu, aturan akan membatasi konten yang dihasilkan AI agar tidak membahayakan keamanan nasional, menyebarkan hoaks, maupun mempromosikan kekerasan dan pornografi.

Sementara itu, Indonesia juga tengah merampungkan Peta Jalan AI dan etika penggunaannya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut dokumen tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.

Peta jalan ini akan menjadi payung kebijakan nasional, sementara pengaturan teknis diserahkan kepada masing-masing kementerian dan lembaga sesuai sektor terkait.

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengatakan kebijakan tersebut akan menyeimbangkan inovasi dan perlindungan, sekaligus mendorong pemanfaatan AI di berbagai sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, keuangan, dan transportasi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI