Rabu, 12 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 111 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Rusak

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 111 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Rusak

Selasa, 11 Agustus 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa kuat yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026). Foto: REUTERS/Christian Escobar Mora


DIALEKSIS.COM | Kolombia - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, Senin (10/8/2026). Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 111 orang dan menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan, selain korban meninggal dunia, sedikitnya 87 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 1.500 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.

Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada sekitar lima kilometer dari San José del Palmar, Kolombia. Gempa terjadi pada Senin pukul 12.34 UTC dengan kedalaman sekitar 107 kilometer. USGS mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,4.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah kota besar, termasuk Pereira, Cali, Quibdó dan Manizales. Sejumlah bangunan roboh dan fasilitas publik mengalami kerusakan, sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan.

Wilayah Risaralda termasuk salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup parah. Di Pereira, sejumlah bangunan dilaporkan runtuh. Sementara di daerah terpencil Chocó, akses komunikasi dan transportasi ikut terganggu sehingga proses pendataan korban dan kerusakan membutuhkan waktu.

Pemerintah Kolombia kemudian menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat pengerahan sumber daya, bantuan medis, serta operasi pencarian dan penyelamatan korban.

Presiden De la Espriella menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menangani dampak gempa, terutama menyelamatkan warga yang masih tertimbun reruntuhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Gempa tersebut tercatat sebagai salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. USGS mencatat intensitas guncangan mencapai kategori sangat kuat di sejumlah wilayah terdampak.

Operasi pencarian masih berlangsung di tengah ancaman gempa susulan. Warga di sejumlah kota memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir bangunan yang telah mengalami kerusakan kembali runtuh.

Sejumlah negara juga mulai menawarkan bantuan kepada Kolombia untuk mendukung penanganan darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Kolombia berada di kawasan yang memiliki aktivitas seismik tinggi karena berada di jalur pertemuan sejumlah lempeng tektonik di kawasan Pasifik. Bencana terbaru ini kembali menunjukkan tingginya risiko gempa bumi di wilayah tersebut. [CNN Indonesia/Reuters/AP]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI