DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing sentra industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki melalui serangkaian kebijakan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan. Langkah ini ditempuh untuk merespons tantangan ekonomi global, perubahan perilaku konsumen, serta tekanan persaingan produk impor.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sentra IKM masih menghadapi persoalan struktural, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan dan pasar, rendahnya literasi manajemen usaha, hingga minimnya inovasi produk. Di sisi lain, perubahan tren pasar yang cepat menuntut pelaku IKM untuk lebih adaptif.
Salah satu sentra yang menjadi perhatian Kemenperin adalah IKM alas kaki Ciomas, Kabupaten Bogor. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebut perubahan perilaku konsumen pascapandemi turut memengaruhi kinerja usaha perajin. Selain itu, isu regenerasi perajin menjadi tantangan karena mayoritas pelaku usaha berasal dari generasi senior.
Di tengah tantangan tersebut, kinerja industri alas kaki nasional justru menunjukkan tren positif. Data BPS yang diolah Kemenperin mencatat industri alas kaki dan kulit tumbuh 8,31% secara tahunan pada triwulan II-2025, serta investasi mencapai lebih dari Rp18 triliun sepanjang Januari-September 2025. Ekspor alas kaki juga tumbuh 11,89% pada periode Januari-Agustus 2025, menempatkan Indonesia di peringkat keenam eksportir dunia.
Untuk memperkuat sentra IKM, Ditjen IKMA bersama BPIPI dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor menjalankan program pembinaan di sentra alas kaki Ciomas. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menyebut, pembinaan difokuskan pada peningkatan literasi digital, bimbingan teknis desain dan pola alas kaki, serta pendampingan usaha oleh mentor dari perguruan tinggi.
Ke depan, Kemenperin mendorong perajin memanfaatkan berbagai fasilitas pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), layanan konsultasi teknis BPIPI, hingga program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM. Pemerintah berharap penguatan tersebut mampu meningkatkan keberlanjutan sentra IKM alas kaki dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. [red]