DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru, saat penutupan Daurah Al-Qur’an Ramadhan 1447 H digelar, Kamis (12/3/2026).
Ratusan santri yang mengikuti program selama bulan suci Ramadhan tampak sumringah saat menerima sijil (ijazah) serta hadiah dalam prosesi wisuda tersebut.
Acara penutupan ini turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, S.E. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga atas semangat para santri yang tetap istiqamah menghafal Al-Qur’an di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
Illiza juga berinteraksi langsung dengan para santri dan memberikan apresiasi kepada beberapa peserta yang telah mengikuti program daurah secara konsisten selama empat hingga delapan tahun berturut-turut.
Ketua Panitia, Ustadz Mardani, S.H., melaporkan bahwa program tahun ini diikuti sekitar 400 peserta yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni daurah pagi, daurah siang, serta daurah lansia.
Menurutnya, capaian para santri tahun ini cukup membanggakan. Sejumlah santri mampu menambah hafalan baru hingga dua juz dalam waktu 20 hari. Bahkan, terdapat empat santri yang berhasil melakukan murajaah hingga khatam 30 juz Al-Qur’an.
Kegembiraan para santri semakin terasa saat pengumuman pemenang berbagai kategori lomba dibacakan. Di antaranya, Tahfiz Surah Al-Baqarah yang diraih Muhammad Refka Arihan sebagai Juara I, Tahfiz Juz 30 oleh Kansa Altafun Nisa sebagai Juara I, Ranking 1 kategori anak-anak oleh Aska Haura Al-Kartubi, serta Ranking 1 kategori remaja oleh Gibran Ginaufal Gutama.
Selain itu, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik pada kategori Murajaah, Urwatul Wusqa, Terbaik Ziyadah, serta Program Tahsin. Penghargaan juga diberikan kepada muhafiz dan muhafizah terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama program berlangsung, yakni Ustadz Gilang dan Ustadzah Azka Sa'dan.
Wali Kota Banda Aceh berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam melahirkan generasi Qurani di Kota Banda Aceh.
“Bersyukurlah karena kita dipilih Allah menjadi anak-anak yang mendapatkan hidayah untuk mengisi Ramadhan dengan sesuatu yang luar biasa, yaitu Al-Qur’an,” ujarnya sebelum secara resmi menutup acara tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Wali Kota Banda Aceh, Keuchik Gampong Bandar Baru, pengurus BKM, perwakilan Bank Aceh Cabang Utama, para guru, serta seluruh santri yang mengangkat tinggi sijil wisuda mereka dengan wajah penuh kebahagiaan.