DIALEKSIS.COM | Opini - Angka Rp153,2 triliun dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Aceh bukan sekadar nominal fiskal. Ia adalah cermin dari skala kerusakan, kompleksitas pemulihan, sekaligus ujian telanjang atas konsistensi negara dalam mengelola politik anggaran.
DIALEKSIS.COM | Opini - Delapan jam yang lalu, di akun sosial medianya Kementerian PPN/Bappenas merilis postingan pranala Dokumen Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Dalam captionnya, Bappenas menegaskan bahwa rencana induk ini adalah panduan pemulihan yang terencana, aman, dan berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat terdampak.
DIALEKSIS.COM | Opini - Tiga bulan telah berlalu sejak bencana hidrometeorologi menghantam Sumatera pada akhir November 2025. Gelombang banjir bandang, longsor, dan banjir rob itu merenggut 1.205 nyawa, menghilangkan 139 jiwa, dan memaksa 1,47 juta orang meninggalkan rumah mereka di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
DIALEKSIS.COM | Opini - Menjelang Ramadhan, Aceh berubah. Pasar-pasar mendadak ramai, percakapan tentang harga daging terdengar di warung kopi, di sudut kampung, bahkan di kantor. Aroma bumbu dan rempah mulai tercium di dapur rumah-rumah sederhana hingga rumah besar. Persiapan Meugang bukan sekadar memasak, tetapi ritual sosial yang mengikat masyarakat.
DIALEKSIS.COM | Opini - Sie makmeugang itu sesuatu yang suci, tapi urusan "fee" jelas masalah duniawi. Begitulah kira-kira gambaran drama terbaru di Serambi Makkah. Tradisi makmeugang yang sudah ada sejak zaman Sultan Iskandar Muda kini punya babak baru: fase birokrasi yang bikin pening.
DIALEKSIS.COM | Opini - Memori kolektif rakyat Aceh terhadap kejayaan Arun yang dibangun dengan teknologi tinggi oleh Bechtel Inc., bukan sekadar nostalgia industrial, melainkan juga pelajaran politik, ekonomi yang mahal. Pada satu sisi, Arun menghadirkan kebanggaan, modernisasi, dan posisi tawar strategis Indonesia di pasar LNG dunia.
DIALEKSIS.COM | Opini - Wacana penataan ulang hukum Pemilu mengemuka seiring dinamika politik terkini. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Juni 2025 mengubah desain keserentakan pemilu di mulai tahun 2029, Pemilu nasional (untuk Presiden, DPR RI, dan DPD RI) akan dipisahkan dari Pemilu lokal atau Pilkada (untuk DPRD provinsi/kabupaten/kota serta kepala daerah).
DIALEKSIS.COM | Opini - Ada ungkapan klasik yang terus hidup dalam ingatan publik: “hukum di Indonesia tajam ke bawah, tumpul ke atas.” Ungkapan ini bukan sekadar sinisme, melainkan refleksi dari realitas penegakan hukum yang masih sering kita saksikan hingga hari ini.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pertarungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran merupakan salah satu konflik paling abadi dan berdampak besar dalam hubungan internasional modern.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dalam beberapa minggu ini, riuh dari secuil kalangan ormas, pengamat, elit politik dan media tentang peran Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh yang menggambarkannya sebagai kepala Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah yang tidak punya kompetensi untuk menjabat sebagai Sekda Aceh.
DIALEKSIS.COM | Opini - SEKDA Aceh Muhammad Nasir Syamaun dan Ketua DPR Aceh Zulfadli alias Abang Samalangga. Dua nama yang tak asing bagi saya. Tentu, dengan segela kelebihan dan kelemahannya.
Karena itu, tak butuh waktu lama bagi saya untuk mengurai benang kusut dari rekam jejak, yang kini membalut dua pejabat publik ini.
DIALEKSIS.COM | Opini - Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SMA/MA tahun 2025 yang menempatkan Aceh pada kelompok bawah peringkat nasional memunculkan banyak pembicaraan. Di ruang guru, pertemuan sekolah, sampai diskusi informal antarpendidik, topik ini muncul dengan nada yang beragam.
DIALEKSIS.COM | Opini - Pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) sering dipromosikan sebagai puncak otonomi akademik. Di atas kertas, PTNBH menjanjikan tata kelola modern, efisien, dan berbasis kinerja. Namun dalam praktiknya, model ini justru menyimpan paradoks.
DIALEKSIS.COM | Opini - Di markasnya yang dikelilingi pohon-pohon besar penghijau rimba tua, tak seorang pun prajurit Belanda menyadari para penggorok leher tengah mengincar mereka. Orang-orang Aceh yang mahir bergerak dengan sabar dan senyap dari balik pepohonan tiba-tiba masuk ke markas tanpa ketahuan, lalu menyerbu dari jarak dekat dengan tembakan maupun tikaman.
DIALEKSIS.COM | Opini - Di daerah yang warganya masih banyak miskin. Jalan Tol (tax on location) tidak perlu-perlu amat. Maklum, di daerah termiskin itu. Sebagian besar warga masih pakai sepeda motor. Sesekali untuk jarak yang relatif jauh menumpang bus umum. Manfaat secara global tetap ada. Tapi ya sudahlah.
DIALEKSIS.COM | Opini - Dua puluh tahun lalu, negara membuat janji besar kepada Aceh. Janji itu tidak lahir dari ruang seminar atau meja birokrasi, melainkan dari puing-puing konflik bersenjata dan trauma tsunami. MoU Helsinki 2005 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) adalah kontrak politik antara negara dan rakyat Aceh: bahwa Aceh akan diberi kewenangan khusus, ruang mengatur diri sendiri, dan dukungan fiskal untuk bangkit.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat Aceh memasuki fase krusial. Mundurnya Muslim sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh setelah dipercaya menjadi komisaris independen di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menyisakan ruang kosong yang tak sederhana.
DIALEKSIS.COM | Opini - Prestasi pendidikan sejatinya adalah cermin paling jujur dari kualitas sebuah daerah. Ia tidak bisa ditutup-tutupi dengan retorika, tidak bisa disamarkan oleh seremoni. Karena itu, ketika data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menempatkan Aceh di peringkat 31 dari 38 provinsi, publik seharusnya tidak sekadar terkejut melainkan tersadar. Angka ini bukan sekadar peringkat. Ia adalah alarm keras bahwa sistem pendidikan Aceh sedang menghadapi persoalan serius dan struktural.
DIALEKSIS.COM | Opini - Setelah hampir dua bulan musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh sejak 26 November 2025, pemerintah dan masyarakat Aceh harus terus berbenah untuk menata kembali kehidupan yang porak-poranda dan menyisakan duka.
DIALEKSIS.COM | Opini - Aceh kembali diuji oleh siklus alam yang kian tak menentu. Sepanjang akhir tahun 2026 dan awal tahun 2026, curah hujan ekstrem telah mengubah lanskap pemukiman di pesisir timur dan barat Aceh menjadi hamparan genangan yang melumpuhkan urat nadi kehidupan. Banjir bukan lagi sekadar tamu tahunan, ia telah bertransformasi menjadi krisis kemanusiaan yang menuntut ketangguhan birokrasi di titik tertingginya. Di tengah suara sirine evakuasi dan tangis warga yang kehilangan harta benda, publik seringkali hanya menatap permukaan, mencari siapa yang berdiri paling depan di depan kamera.